Kamis, 06 September 2012

algoritma


Pengertian Algoritma

            Kata algoritma berasal dari latinisasi nama seorang ahli matematika dari Uzbekistan Al Khawarizmi (hidup sekitar abad ke-9), seperti yang tercantum pada terjemahan karyanya dalam bahasa latin dari abad ke-12 "Algorithmi de numero Indorum". Pada awalnya kata algoritma adalah istilah yang merujuk kepada aturan-aturan aritmetis untuk menyelesaikan persoalan dengan menggunakan bilangan numerik arab.
            Pada abad ke-18, istilah ini berkembang menjadi algoritma, yang mencakup semua prosedur atau urutan langkah yang logis (jelas) dan diperlukan untuk menyelesaikan suatu permasalahan.
            Masalah timbul pada saat akan menuangkan bagaimana proses yang harus dilalui dalam suatu/sebuah sistem (program) bagi komputer sehingga pada saat eksekusinya, komputer dapat bekerja seperti yang diharapkan. Programer komputer akan lebih nyaman menuangkan prosedur komputasinya atau urutan langkah proses dengan terlebih dahulu membuat gambaran (diagram alur) diatas kertas.

·         Ciri-ciri algoritma pemrograman yang baik adalah :
a.       Memiliki logika perhitungan atau metode yang tepat dalam memecahkan masalah
b.      Menghasilkan output yang tepat dan benar dalam waktu yang singkat
c.       Ditulis dengan bahasa yang standar secara sistematis dan rapi sehingga tidak     menimbulkan arti ganda.
d.      Ditulis dengan format yang mudah dipahami dan diimplementasikan ke dalam bahasa pemrograman.
e.       Semua operasi yang dibutuhkan terdefinisi dengan jelas.
f.       Semua proses harus berakhir setelah sejumlah langkah dilakukan.
   
Penulisan Algoritma
1.    Bahasa natural
        Algoritma ini di tulis dengan menggunakan bahasa sehari hari, tetapi kelemahan bahasa natural ini adalah terletak dalam bahasanya yang tidak jelas, membingungkan atau ambigu,
2.    Flowchart
        Flowchart adalah bagan yang menggambarkan arus logika dari data yang akan diproses dalam suatu program dari awal sampai akhir.Menurut bentuknya flowchart dibedakan manjadi tiga jenis:
a.       Flowchart berurut, yaitu bentuk flowchart yang bentuknya urut ke bawah dan biasanya hanya menyelesaikan satu persoalan dengan satu penyelesaian.
b.      Flowchart memilih yaitu bentuk flowchart yang digunakan untuk menyelesaikan persoalan dengan penyelesaian lebih dari satu, biasa memilih satu diantara dua penyelesaian.
c.       Flowchart berulang yaitu bentuk flowchart yang digunakan untuk menyelesaikan persoalan dengan bentuk berulang.






3.    Pseudocode
        Dalam merancang sebuah algoritma menggunakan kode semu, komponenkomponen input, output dan proses harus terdefinisi secara jelas. Disamping itu beberapa ketentuan dan aturan pendefinisian memang secara baku tidak ditemukan dalam beberapa buku literatur, namun aturan-aturan yang di ajukan dibawah ini akan membantu mempermudah perancangan algoritma dan evaluasi serta analisis algoritma.
Aturan-aturan tersebut :
a.       Kode semu harus dimulai dengan judul. Aturan ini secara mudah dapat dimengerti fungsi dan manfaatnya. Judul harus dapat menjelaskan spesifikasi masalah yang dirancang algoritmanya. Penulisannya dapat dengan huruf kapital semuanya atau tidak.
b.      Kode semu harus ditulis dengan nomor yang menunjukkan urutan-urutan langkahlangkah dalam algoritma.
c.       Pendeklarasian variabel, konstanta, parameter, rumus dan pernyataan harus sederhana.



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar